Belajar Metode “ATM” Amati, Tiru, Modifikasi dari Saptuari Sugiharto
Seorang wirausahawan harus menerapkan trik A= Amati, T= Tiru, M= Modifikasi. Bagi Anda para pemula sebaiknya Anda memula, bisnis dengan trik A
terlebih dahulu dengan mengamati pasar. Ketahui permintaan pasar
dan peluang bisnis yang memungkinkan Anda dirikan. Selain itu,
Anda juga harus melihat segmentasi pasar dan persaingan bisnis
yang Anda dirikan. Setelah mengadakan pengamatan dan observasi
segmentasi pasar barulah Anda melanjutkan dengan trik T, yaitu Tiru
konsep dan gagasan orang lain dalam bisnis. Anda dapat
melakukan observasi ke tempat-tempat bisnis yang akan Anda
dirikan yang dalam anggapan Anda tempat bisnis tersebut yang
banyak dikunjungi oleh para customer bisnis. Anda bisa melakukan
observasi ke tempat-tempat yang Anda anggap layak dan
selanjutnya pelajari keunggulan masing-masing tempat bisnis yang
Anda kunjungi. Pelajari dan ambil keunggulannya untuk diterapkan
dalam bisnis Anda. Masing-masing tempat bisnis tentunya akan
berbeda-beda keunggulannya. ada yang kualitas, kelezatan, pelayanan,
tempat yang strategis, dan hartanya terjangkau.
Keunggulan yang anda peroleh dari hasil observasi kemudian anda gabungkan menjadi satu sebagai perwujudan sistem M yaitu Modifikasi
untuk mendapatkan Bisnis yang relevan dan digandrungi para Customer.
Metode yang sangat mudah dan tepat dilakukan dalam merintis
Bisnis, baik bagi para pemula atau
pun yang telah berpengalaman. Trik ini sangat relevan diterapkan
untuk semua kalangan. Sebagai seorang pengusaha sesungguhnya
tidak perlu repot hanya melakukan riset pasar, atau menciptakan
sebuah bisnis baru. Cuma dengan melihat bisnis apa yang paling
laris di pasar lantas buat bisnis serupa. Atau, lebih konkret
lagi, hanya melihat produk apa yang sukses di pasar lalu
tinggal diamati dan ditiru dengan sedikit modifikasi. Sebagai
pengusaha atau taruhlah Anda memiliki produk yang market leader,
tentunya tidak membiarkan hal ini terjadi. Anda akan berpikir
keras untuk tetap eksis dan tetap sebagai pemimpin pasar. Anda
harus memiliki strategi atau jurus tertentu untuk menghadapinya.
Strategi ATM adalah rekomendasi yang sangat bagus
bagi semua kalangan wirausaha, terlebih lagi kalangan wirausaha
muda. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk pembelajaran dan
langkah efektif dalam berbisnis.
Belajar Metode “ATM” dari Saptuari Sugiharto
Saptuari Sugiharto itulah dia,
sesuai dengan namanya yang diambil dari bahasa Jawa yang
artinya kaya harta. Ternyata memang doa yang diberikan orang
tuanya membuat berkah baginya, karena pada kenyataannya kini
Sapturi Sugiharto menjadi seorang miliarder dengan memiliki
perusahaan dengan 31 cabang yang tersebar di 21 kota di
Indonesia dan ia mampu mempekerjakan 200 orang. Bahkan berkat
kerja kerasnya bisnis Sugiarto mencapai omzet 1,5 miliar per
bulannya. Sebuah angka yang fantastis bukan? Terlahir dari
keluarga yang pas-pasan tidak membuat Sugiarto patah semangat,
justru menjadi motivasi bagi dirinya untuk dapat mengubah
kondisi perekonomian keluarganya untuk lebih baik lagi.
Sugiharto mengawali bisnisnya dengan
memulai bisnis peternakan, tetapi mengalami kegagalan. Sebuah ide
bisnis sukesnya saat ini tercetus ketika ia bekerja di sebuah
event organizer di Yogyakarta. Ketika itu ia sedang
mendapatkan job di sebuah konser band, DEWA 19. Ketika ia di
sana terjadi insiden keributan antara penonton disebabkan
berebut sebuah merchandise yang diberikan salah seorang artis
pada konser tersebut, hingga hampir saja terjadi tawuran jika
polisi tidak segera datang menghadang. Sejak kejadian atau
bergambar artis sehingga tidak akan terjadi insiden tawuran antara
penonton. Sugiharto melanjutkan dengan Berawal dari rasa
keheranan sebuah kedai di daerah dengan tindakan. ia memulai
dengan membuka sebuah kedai di daerah gejayan Yogyakarta. Bahkan untuk
memulainya, alumni Universitas Gajah Mada ini rela menjual motor
kesayangannya yang selama ini mengantarkannya kemana-mana. Ia juga
meminta orang tua menggadaikan tempat tinggal mereka. Sebuah tindakan
yang berani dan Luar biasa yang dilakukan Suginarto
Tindakan nekad tersebut bukan tanpa
perhitungan, melainkan terlebih dahulu ia menerapkan prinsip
ATM terlebih dahulu. ia mengamati segmentasi pasar saat itu,
kemudian meniru sebuah bisnis merchandise yang saat itu sudah
ada, tetapi tidak seratus persen. la melakukan modifikasi
menjadi lebih menarik dan lebih berani.
Apalagi ia mampu untuk membuat merchandise dengan segmentasi
berbeda. la mencoba dengan membuat mug, kaos, pin, gantungan
kunci, mouse pad, foto, dan poster sesuai dengan pesanan
customer. Berkat kerja keras yang disertai dengan perhitungan
bisnis yang matang, bisnis Sugiharto berkembang pesat dan
digandrungi oleh para customer, apalagi kalangan muda-mudi
yangsedang menjalin kasih. Segmentasi pasar tersebut dimanfaatkan
dengan maksimal oleh Sugiharto dengan membuka kemitraan untuk
masyarakat yang memiliki kesamaan visi.
Hingga akhirnya ia merancang sebuah
Standard Operational Procedure (SOP) untuk usahanya. Kedai
Digital pun berkembang dengan sistem franchise. Pengamatan yang
jitu, pemilihan kemitraan yang tepat membuat dirinya sukses
seperti sekarang ini.
Konsep yang dilaksanakan oleh
Sugiharto memanglah tepat dan sah saja berdasarkan hukum, apalagi
keunggulannya adalah Suginarto tidak perlu repot-repot melakukan
riset atau penelitian yang menghabiskan uang yang banyak, cukup
mengamati peluang, meniru produk orang lain yang kemudian
dimodifikasi olehnya. Konsep tersebut terbukti ampuh dan mujarab.
Apa yang telah dilakukan Sugiharto
memang luar biasa, ia mampu memanfaatkan momen yang dimiliki
dengan sebaik mungkin dan pada akhirnya ia mampu merebut pasar
dengan usahanya. Sebagai seorang wirausaha Anda juga dapat
melakukan hal tersebut, apalagi jika Anda adalah orang baru
dalam dunia bisnis, maka wajib rasanya untuk mene- rapkan
konsep ATM pada usaha Anda untuk memperoleh hasil yang baik.
Mengamati, meniru produk, dan memodifikasi adalah langkah tepat
jika Anda implementasikan. Hal ini disebabkan karena
Anda sangat membutuhkan pengetahuan dari konsep orang lain
terlebih dahulu dengan mengamati keunggulan mereka, bila perlu
Anda melakukan observasi ke berbagai tempat yang Anda anggap
maju. Ambil sisi keunggulannya, selanjutnya Anda satukan
keunggulan-keunggulan yang Anda dapatkan. Tentunya akan memetik
hasil yang lebih bagus bukan, karena Anda mampu menyediakan
kebutuhan costomer secara lengkap yang hanya disediakan oleh
yang lainnya sedikit-sedikit saja.
sumber klik disini

0 komentar: